HOW
I DEAL WITH MYSELF
Written by Aksarasa
Hai
para pembaca, salam hangat dari human untuk kalian semua ^^
Maafkan
karena baru bisa ngepost tulisan lagi hari ini. Aduh human udah banyak hutang
banget ya ke kalian L ah so sad. Tapi InsyaaAlloh human
bakal nyicil hutang hutang itu biar bisa cepet lunas ya :D
Okay,
pada tulisan kali ini human mau berbagi tentang bagaimana human bisa berdamai
dengan diri sendiri, berdamai dalam segala hal entah itu dengan sifat kekanak
kanakan yang tiba tiba muncul pada saat yang tidak tepat atau misalkan merasa
kecewa karena ada keinginan yang belum bisa direalisasikan. Hal hal itu akan
human bagikan ditulisan kali ini.
Hmm,
dimulai dari poin apa ya? Loh, human tiba tiba bingung :D okay kita mulai dari
jaman masuk SMA aja ya.
Pada
pertengahan 2012, semua siswa kelas 9 disekolah human sibuk mencari referensi
SMA dimana mereka mau melanjutkan sekolah dan rasanya cuman human yang
menyikapi masa ini dengan sangat biasa saja. Kalian mau tau apa alasannya?
Karena saat itu, keuangan keluarga human sangat tidak memungkinkan untuk
dipakai melanjutkan sekolah ke SMA yang human inginkan, maka dari itu human
sudah “pasrah” ketika bapak bilang kalau human harus melanjutkan sekolah
disalah satu MA swasta dekat rumah, status sekolahnya baru dan human menjadi
angkatan kedua dari sekolah itu ketika lulus.
Waktu
itu, umur human masih 15 tahun. Masa dimana masih menjunjung ego yang tinggi, sebenarnya sekarang
juga masih tapi tidak terlalu dan bisa dikendalikan. Okay, jadi dulu human
sempat tidak terima dengan keputusan bapak. Ya bayangkan, teman satu “geng”
malah bisa melanjutkan sekolah ke SMA yang mereka inginkan. Human berpikir
kenapa bapak tidak bisa mengusahakan hal yang sama buat anaknya sendiri,
terlebih human adalah anak yang cukup berprestasi disekolah. (bukan riya ya
cuman ngasih tau tolong jangan dihujat :D)
Lalu
seiring berjalannya waktu, human mulai bisa menerima kenyataan yang ada. Dari
hari ke hari human semakin berpikir dan lebih bersyukur dengan apa yang sudah
ada lalu memaksimalkannya. Lagi pula diluar sana masih banyak anak yang bahkan
ingin sekolah tapi mereka tidak bisa mendapatkannya.
Selama
sekolah human tetap berprestasi seperti biasanya, malah selalu dapat ranking 1
selama 6 semester berturut turut, alhamdulillah. Percaya deh, ketika kamu
mensyukuri semua yang Alloh dah kasih maka Alloh pun bakal ngasih nikmat yang
lebih dan lebih lagi. Kenapa human menuliskan bagian ini? Supaya kamu tau
walaupun kamu tidak bisa mendapatkan sesuatu sesuai dengan keinginan bukan
berarti kamu bisa dengan seenaknya saja tidak memaksimalkan apa yang sudah kamu
dapat. Sampai sini paham? Okay lanjut, selama sekolah human aktif di OSIS dan
Paskibra.
Jujur,
ketika MTs (SMP) human sama sekali tidak aktif berorganisasi. Mau tau kenapa?
Karena kondisi kesehatan saat itu tidak memungkinkan human untuk ikut hal-hal
yang bisa menguras energi lebih banyak. Human punya riwayat penyakit yang cukup
“ribet” sampai ke rumah sakit saja sudah seperti pergi tamasya. Sebenarnya saat
pertama masuk sekolah SMA pun, human sedang dalam keadaan sakit, sampai tidak
bisa ikut MOS (Masa Orientasi Siswa) tapi seiring berjalannya waktu ketika
human merasa kondisi kesehatan human membaik, maka human memutuskan untuk ikut
berorganisasi di sekolah karena rasanya sayang sekali jika sampai tingkat SMA
human belum mendapatkan ilmu dalam berorganisasi.
Di
OSIS, jabatan pertama human adalah sebagai anggota seksi bidang bela negara kalau tidak salah
nah setelah itu, human menjabat sebagai bendahara lalu naik jabatan menjadi ketua OSIS karena saat itu ketua OSIS
yang bersangkutan tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Maka dari itu,
teman-teman OSIS yang lain mengadakan “rapat darurat” beserta pembina OSIS
membahas mengenai pemindahan jabatan ini. Selama menjabat di OSIS banyak sekali
tantangan yang mesti human hadapi, rasanya berat sekali waktu itu menghadapi
anak-anak lain yang sangat apatis terhadap kinerja kami di OSIS tapi
alhamdulilllah human mendapat teman-teman yang bisa saling menguatkan ketika
tantangan-tantangan itu berdatangan sehingga human dan anggota OSIS yang lain
bisa melewatinya dengan baik sampai masa jabatan kami berakhir.
Pertengahan
2015, human merasa mengulang kembali masa 3 tahun yang lalu. Masa dimana human
harus menentukan harus lanjut kemana setelah selesai sekolah. Tentu saja human
ingin melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi dengan jurusan yang sudah human
impikan sejak masih duduk dikelas 11, tapi lagi-lagi human tidak tega jika
harus bilang sama bapak karena jawaban bapak pasti akan sama seperti 3 tahun
yang lalu “Uangnya
darimana?” berhenti pada pertanyaan itu. Tapi kali ini human bertekad, human
mencari beasiswa untuk kuliah dan saat itu human ikut SBMPTN dengan jalur
bidikmisi, human saat itu tidak sempat ikut SNMPTN karena telat mengurus
persyaratan dengan segala keterbatasan yang ada, dari mulai pihak sekolah yang
kurang merespon dan lain sebagainya, tapi human tidak menyerah dan tetap
bertekad ikut SBMPTN bagaimanapun hasilnya. Hasilnya human tidak lolos di
SBMPTN tapi human tidak berhenti sampai disitu, human ikut SPAN-PTKIN, jalur
ini sama seperti SNMPTN yaitu memakai nilai raport hanya saja ini berlaku untuk
perguruan tinggi islam negeri. Human saat itu memilih kampus islam negeri yang
ada di Bandung dan juga di Yogyakarta, entah kenapa bisa memilih Yogjakarta
saat itu mungkin karena human cinta dengan budaya yang ada disana walaupun
hanya melihatnya lewat tv dan buku.
Alhamdulillah,
saat itu human lolos di kampus islam negeri yang ada di Bandung dengan jurusan
yang persis seperti apa yang human harapkan. Tapi, ujian tidak berhenti sampai
disitu karena human mengikuti jalur ini tanpa beasiswa maka lagi-lagi yang jadi
pertanyaan adalah bagaimana dengan biayanya, human sudah menjelaskan pada bapak
bahwa biaya kuliah dikampus ini tidak semahal biaya kuliah dikampus lain dan
human akan berusaha supaya bisa mendapatkan beasiswa ditahun kedua kuliah. Lalu
jawaban bapak tetap pada kata “tidak”. Kalian mau tau bagaimana perasaan human
saat itu? Sedih, kecewa, marah dan tiba tiba ingin menyalahkan segala hal.
Human sudah berusaha sampai pada tahap ini, berusaha sendirian dengan hanya
meminta pertolongan pada
Alloh supaya bisa dikuatkan lalu timbal baliknya selalu bertentangan dengan
keinginan. Astagfirullah.
Setelah
perundingan yang cukup alot
antara human dan bapak akhirnya di dapat hasil bahwa jika human tetap ingin
kuliah itu boleh saja hanya human harus kuliah dikampus yang ada di Cimahi.
Disana biayanya lebih terjangkau, bisa pulang pergi tidak perlu kost dan
memikirkan uang makan bulanan dan lain sebagainya. Lalu human sepakat dengan
keputusan bapak karena jurusan yang akan human ambil pun memang ada dalam list dan
hal itu tidak menjadi masalah.
Hari
berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tahun berganti
tahun dan alhamdulillah akhirnya human bisa mendapatkan beasiswa ditahun ketiga
kuliah setelah dua kali sebelumnya gagal. Percaya deh teman-teman, pertolongan
Alloh itu selalu ada bagi hambaNya yang benar-benar meminta dan mau berusaha. Sekali
lagi, pesannya adalah maksimalkan apa yang kamu punya, apa yang kamu dapatkan
meski itu bukan yang kamu inginkan, bisa jadi itu adalah cara Alloh untuk
memberikanmu nikmat yang lebih baik dari yang sebelumnya kamu inginkan karena
Alloh lebih tau apa yang kamu butuhkan. Jadi kalian harus bisa berpikir positif
dan selalu memandang segala hal dalam berbagai sudut tidak hanya fokus pada
satu titik saja.
Thank you for reading ...
0 comments:
Post a Comment